Cover Novel The Story Of My Life at SMPN 1 Sariwangi


* Info : Untuk mendukung penulis agar tetap berkarya, silahkan beli novel ini dalam bentuk buku, untuk membeli, silahkan Klik Disini Untuk Membeli Bukunya
Hai, pasti kalian sudah tahu kalau nama saya Dandi hehe, sebelum masuk ke cerita utama,saya akan kasih sedikit Prolog, yaitu sekilas kisah saya waktu SD.
Jujur deh, sewaktu SD itu aku ngerasa kalo aku yang paling culun disekolah, (Kejadianya semenjak kelas 4 SD sih) tapi waktu kelas 6 Semester 2 (Pas mau ujian) aku berusaha untuk kayak yang lainya, dan ternyata berhasil.
Saat ditanya oleh wali kelas mau diterusin sekolah kemana, aku langsung menyebut Ke SMPN Sariwangientah kenapa alasanya (Mungkin sudah takdir), akhirnya setelah ujian gurukupun langsung mendaftarkanku ke sekolah yang dimaksud yaitu SMPN Sariwangi.
* Kisah sebelum masuk SMPN 1 Sariwangi
Hari pertama masuk sekolah itu cuacanya agak kurang bersahabat, hujan yang deras membuatku tidak bisa masuk dihari pertamaku sekolah.
“Waduh, hujanya gede banget ini” ucapku dalam hati.
Namun Ibuku bilang, aku harus tetap kesekolah, karena aku tidak boleh melewati hari hari pertamaku sekolah. Akhirnya ibuku mencari ojek untuk mengantarkanku sekolah.
“Lho, gimana kesekolahnya? Hujan deras ini” ucapku
“Kan bisa pake jas hujan, udah disiapin kok, cepetan berangkat, nanti kesiangan” suruh ibuku
Lalu akupun bersalaman kepada ibuku dan segera berangkat kesekolah menggunakan Ojek yang sudah menunggu didepan rumahku dan mengenakkan jas hujan.
Dijalan, karena mas ojek itu mengendarai motornya agak ngebut, sepatu dan celanaku jadi agak basah karena kecipratan air hujan. Tak lama hujanpun sudah agak reda, dan aku sudah sampai di SMPN 1 SARIWANGI. Aku agak malu karena saat itu yang baru datang dari SDN CIPAKU hanya aku sendiri.
Aku berdiri didepan gerbang bersama anak dari SD yang lain.
“Waduh, Irma ama Ilham udah dateng belum nih?” ucap aku dari dalam hati sambil melihat disekitar
Saat sedang merapikan jas hujan, ada seorang anak yang menghampiriku.
“Hei, sendirian aja nih? Mana teman temanmu?” Ucap anak itu
Saat akan menjawabnya, aku agak takut, karena tampangnya agak galak dengan rambut yang dirancungi.
Dengan beraninya aku menjawab, “I-Iya, mungkin belum dateng ato udah masuk duluan”
“Kalo gitu masuk aja, gak ada siapa siapa kok” ucap anak itu
Karena sudah merasa tidak enak, akupun langsung masuk kedalam sekolah, saat aku sedang berjalan, ada Irma bersama temanya yang sedang jalan jalan disekitar sekolah itu.
“Eh Dandi baru dateng nih” ucap Irma
“Eah, kenapa gak bareng tadi sekolahnya” ucap aku sedikit kesal
“Kan ada Ilham,” balas Irma
“Iya deh, eh Ilham udah kesini belum?” tanya aku
“Udah, noh, lagi dikelas 9G sama Nadi” jawab Irma
“Oke deh, gue kesana dulu”
Akupun langsung menuju kelas 9G, karena baru pertamakali, aku masih bingung dimana kelas yang Irma maksud, waktu itu pintu kelas belum ditandai, jadi tambah bingung. Untungnya saat aku sedang jalan jalan nyari kelas, Ilham memanggilku
“Woy Dandi, sini” teriak Ilham dari kelas 9G
“Eh Ilham,” akupun langsung menghampiri Ilham
“Sejak kapan lu nyampe disini” tanya aku kepada Ilham.
“Sekitar setengah jam, gue bareng bang Nadi  berangkatnya” jawab Ilham
“Oooh”
Kamipun berbincang bincang seperti biasa waktu SD disana, sampai seorang guru disana mengumumkan kalau seluruh calon murid SMPN 1 Sariwangi harus berkumpul dilapangan segera. Aku dan Ilhampun segera kelapangan.
Kamipun dikumpulkan dilapangan, dan ternyata Guru itu namanya Pak Dede. Pak Dede mengumumkan sesuatu, mulai dari sambutan selamat datang, fasilitas yang ada disekolah, sampai jumlah kelas yang ada di SMPN Sariwangi.
Kemudian pak Dede juga mengumumkan kalau kita semua harus sanlat (Karena kebetulan waktu itu seminggu lagi puasa) dan kita juga harus mengumpulkan sertifikatnya setelah masuk sekolah nanti.
Tak hanya itu, Pak Dede juga mengumumkan bahwa sebelum mulai KBM, dalam waktu satu minggu kita akan menghadapi “Masa Orentasi Sekolah” atau disingkat MOS,setelah itu pembagian kelas setiap murid. Selanjutnya Ketua Osis waktu itu yang bernama kak Eriyanti Rahman akan menyampaikan sesuatu.
Kak Eriyanti mengumumkan kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan saat MOS, lalu membagi kelompok osis untuk menjadi pembingbing murid yang akan melaksanakan MOS saat masuk sekolah nanti.
“Ham, lu masuk kelas apa ? Gw kelas C” tanya aku kepada Ilham
“Kelas E dan, kita beda kelas donk” jawab Ilham
“Yah, jauh banget” ucap aku sambil kecewa karena aku dan Ilham berbeda kelas
Setelah pengumuman disampaikan, kamipun pulang tapi sebelum pulang kami diberi selembar kertas berisi kegiatan yang harus dilaksanakan selama Bulan Puasa, dan kamipun harus datang ke sekolah setiap Jum’at selama Puasa.
Selama persiapan itu, aku bersama ayah latihan mengendrai motor di Lapangan “Geger Nyangked” namanya, aku latihanya bulan puasa waktu itu. Kira kira latihanya selama 4 Hari, akupun sudah lumayan lancar mengendarai motor Matic.
Oh iya, aku melaksanakan sanlat dipesantren yang berada dikampungku, Namanya Pesantren Al-Barokah, santrinya ramah ramah dan sangat bersahabat sekali. Dan ternyata yang sanlat bukan hanya saya, teman sekampung yang juga bersekolah di mTS juga ikut sanlat.
“Eh, sekolah nyuruh Sanlat juga?” Tanya aku kepada Rafli,teman sejak kecil
“Iyalah, kan waktu SD juga kita sanlat kan?” jawab Rafli
Sanlat di Pesantren Al-Barokah cukup berbeda dari Sanlat di pesantren lainya, karena kita hanya perlu duduk dan mendengarkan ceramah dari Ustad yang bekhutbah disana, dan kami hanya perlu mencatat Poin Poin yang pentingnya saja.
Lamanya sanlat sekitar 2 Minggu, setelah sanlat beres, kamipun dibagi sertifikat Sanlat untuk dikumpulkan disekolah.
Yosh, setelah Idul Fitri nanti aku sudah siap untuk masuk ke SMPN 1 Sariwangi.


– Bersambung –

* Info : Untuk mendukung penulis agar tetap berkarya, silahkan beli novel ini dalam bentuk buku, untuk membeli, silahkan Klik Disini Untuk Membeli Bukunya

By danz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *