Untuk Apa warnet buka pada malam hari ?

Original Story by. Dandi Mohamad Pratama

 


Perkenalkan, Namaku Tedi, aku baru saja lulus sekolah menengah, karena ada pandemic COVID-19 jadinya aku nganggur, mau daftar kuliah juga belum punya biaya jadi ya harus kerja dulu supaya mendapatkan dana untuk kuliah karena tidak ingin merepotkan orang tua.

Aku tinggal di pedesaan yang agak kekotaan, karena desaku masih zona hijau, jadi masih dibebaskan beraktifitas seperti biasa asalkan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Karena  bosan tinggal dirumah, aku-pun pergi keluar untuk jalan-jalan, siapa tahu kan ada yang lagi butuh pekerjaan?

Setelah keliling cukup lama, aku-pun iseng mampir di sebuah warnet yang kebetulan lagi rada kosong, dan bermain game kesukaanku yaitu “PUBG“. Setelah aku puas bermain dan saat akan membayar, tiba-tiba operator warnet itu menawarkan sebuah pekerjaan kepadaku.
“Totalnya 8 ribu dek, oh iya kayaknya kamu anak sekolah sebelah yang baru lulus ya? “
Kebetulan warnet ini tidak terlalu jauh dari sekolahku, sekitar 100 meteran lah, kemudian akupun menjawab
“Iya bang, nganggur nih gara-gara ada pandemi, oh ini bang uangnya“ (sambal memberi uang sewa warnet kepada operator)
“Kebetulan pas nih, warnet ini lagi kekurangan staff, kalau kamu mau, kamu bisa jadi yang jaga warnet ini“ ucap abang Operator warnet itu.
“Wah yang bener bang? “ akupun senang bukan main.
“Iya bener, kalau kamu mau, kamu bisa datang malam ini juga,tapi jangan terlalu malam, jam 7 aja, tenang kalo masalah gajimah lumayan lah“
“Kalau gajimah gamasalah bang ! Yang penting dapat penghasilan, hehe“ ucap aku.
Akhirnya setelah percakapan tersebut aku lekas pulang untuk bersiap.
Aku meminta izin dulu sama orang tua agar berkah kerjanya, ternyata mereka setuju, yang penting apa yang aku lakukan ini positif. Kata mereka.

Lalu setelah jam 7 pas aku bergegas menuju warnet itu, sambil menggunakan jaket karena cuaca pada malam itu cukup dingin.
Tidak biasanya, saat di jalan tiba-tiba aku merasa tidak harus pergi ke warnet itu, tapi karena sedang butuh duit ya mau gimana lagi, kapan lagi kan ditawarin pekerjaan?
Warnet tersebut terletak sejauh 1,4 KM dari rumahku, tempatnya di pinggir jalan dan agak terpencil karena cukup jauh dari rumah orang-orang, disisi dan depan warnet hanya ada pohon bambu dan kebun saja. Meskipun begitu warnet ini Tetap ramai dikunjungi pada siang hari karena pelayananya yang ramah dan harga yang ditawarkan cukup murah.
Setelah sampai di warnet akupun turun, dan terlihat abang operator sedang beres-beres warnet, abang itu menoleh kepadaku yang baru turun dari motor.
“Eh dek, sini ! “ ucap abang itu.
Aku-pun bergegas mengampirinya.
“Gimana? Udah siap? “ tanya abang itu.
“Siap donk bang ! Cuma jaga warnet kan? “ tanya aku.
“Oh iya abang hampir lupa, kenalin nama abang Ozi, pemilik warnet ini, mulai sekarang kamu yang jaga shift malam untuk warnet abang ini ya. “ abang Ozi menjelaskan.
“Siap bang“ jawab aku.
Ternyata nama abang operator warnet itu adalah bang Ozi gays.
“Semua peraturanya sudah saya tulis di catatan komputer, ada di desktop kok“ ucap bang Ozi.
“Siap-siap bang“ jawab aku dengan penuh semangat.

Kemudian abang Ozi pamitan, sambil menggunakan masker dia naik motor dan bergegas pulang.
Akupun berjalan menghampiri warnet tersebut dan duduk di kursi operatornya. Kursi operator terletak di dekat pintu masuk warnet tersebut, didalam warnet ini terdapat 5 buah komputer gaming dan 2 komputer biasa, jadi totalnya ada 7 komputer, namun dua komputer biasa yang terdapat pada sudut ruangan warnet itu selama saya bermain warnet disini belum pernah sama sekali aku melihat ada yang main disana, mungkin rusak? Ah itu tidak jadi masalah, yang penting aku harus menjaga warnet ini dengan benar.

Waktu menunjukkan pukul 08 Malam,belum ada satupun orang yang datang. Biasanya siang warnet ini hamper penuh. Karena aku bosan, akupun berniat untuk akses YouTube, aku sampai lupa membaca catatan peraturan yang harus ditaati jika shift malam.
“Ah, palingan Cuma peraturan biasa kaya harus beresin area warnet, selalu cek jaringan dan lain-lain“ pikirku.

Lalu datangah seorang pemuda dengan tinggi kira-kira sekitar 170 CM berkulit putih dan rambutnya agak acak-acakan datang untuk bermain warnet.
Dia datang menghampiriku,
“Bang, pc no 5 tiga jam ya“ ucap orang itu.
“Ba-baik kak“ akupun segera mengaktifkan billing 3 jam untuk pc no 5.
Diapun bergegas menuju pc no 5.
Aneh, wajahnya agak pucat, namun aku tidak berfikir yang aneh-aneh karena saat itu aku harus Tetap fokus menjaga warnet. Tiba-tiba aku ingin menyeduh kopi hangat, karena udara saat itu lumayan dingin sekali, akupun berjalan-jalan disekitar warnet itu, siapa tahu ada dapur, dan aku menemukan sebuah ruangan kecil yang berisi kompor gas dan beberapa alat masak beserta gula.
“Ah, ini mungkin dapur“ pikirku.
Akupun masuk kesana, menyeduh kopi bubuk yang telah aku bawa dari rumah, saat sedang menyeduh kopi, tiba-tiba terdengar suara wanita tua dari arah operator warnet.
“BAAANG… MAU MAIIN BAAANG“
Akupun segera menuju meja operator, namun baru saja kaluar dari dapur, ternyata di dekat operator warnet tidak ada siapa-siapa.

“Ah… mungkin cuma perasaanku saja“ ucap aku dalam hati.

Akupun bergegas menuju meja operator warnet.
Tak lama ada seorang wanita berpakaian putih dengan rambut agak ikal datang, sepertinya dia ingin bermain warnet namun dia hanya diam didepan mejaku, dia tidak berkata apa-apa dan langsung menuju bilik warnet no 7. Aneh, akupun langsung mengaktifkan billing 1 jam.

Beberapa saat kemudian aku penasaran dengan file peraturan shift malam, akupun membuka file itu dan isi file tersebut adalah…

  • Teruntuk yang berjaga pada shift malam, saya Ozi Setiawan selaku pemilik warnet ini menyarankan untuk mematuhi beberapa peraturan berikut :
  • Untuk pelanggan laki-laki jam 9 malam dipersilahkan untuk bermain warnet selama 3 jam
  • Jangan tinggalkan warnet diatas jam 10
  • Jika terdengar suara nenek-nenek saat sedang berada didapur,segera menuju meja operator warnet
  • Jangan pernah mengijinkan wanita manapun bermain warnet
  • Jika terdengar suara ketukan dari arah dapur, hiraukan saja
  • Jangan pernah menatap pelanggan yang datang diatas jam 10
  • Jika terdengar suara goresan kaca, segera matikan lampu untuk beberapa saat
  • Jangan pernah mematikan pc no 6

Setelah membaca peraturan-peraturan tersebut aku jadi heran, Jangan-jangan warnet ini berhantu ! tapi akupun masih tidak percaya semua hal itu. Aku melihat wanita yang bermain warnet tadi masih asik dan tidak ada kejadian aneh apapun, sampai waktu menunjukkan pukul 10.05 malam, tiba-tiba aku kebelet pengen pipis, dan wc ada di dalam dapur.

“Duhh harus gimana nih?“ aku sempet ragu karena diperaturan menjelaskan aku tidak boleh meninggalkan warnet di jam 10.

“Terobos ajalah“ akupun menghiraukan peraturan itu dan berjalan menuju wc, baru setengah jalan tiba-tiba aku mendengar suara goresan kaca yang sangat kencang dari arah jendela….

“Suara apa lagi itu?“ tubuhku mulai gemetar saking ketakutanya, suara itu ternyata berasal dari jendela dekat wanita misterius itu bermain komputer. Aku tidak menghiraukan suara itu, akupun langsung berlari menuju WC.


Setelah sampai di WC, aku menutup pintu WC rapat-rapat, saat sedang enak-enaknya buang air kecil, tiba-tiba lampu berkedip, pertama pelan kemudian semakin cepat, akupun semakin ketakutan, tubuhku bergetar semakin bergetar ! Tiba-tiba ada seseorang yang memegangi kakiku, tanganya kasar seperti budug kemudian aku ditarik dan di geser kearah pintu sampai badanku terbentur.

Tubuhku sudah mulai mati rasa, tiba-tiba didepanku ada sosok orang bergaun putih dengan rambut mang menguntai kebawah membawa sebuah pisau, saat aku akan menatap wajahnya…
ZLEEEEEEEEEEEEBBBBBBBBBBBBB

pisau di tangan wanita itu menusuk kearahku…
—— Bersambung ———–

Untuk melihat update cerita ini selanjutnya, silahkan kunjungi dan Follow Akun Wattpad saya @Dandi_MP (Follow @Dandi_MP sekarang)

By danz

3 thoughts on “Cerita Horor : Penjaga Warnet Malam (Edisi Malam Jumat)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *